Saat telunjuk itu menghakimi, tak terasa mutiara bening itu mengalir di sudut mataku, ingin kubisikkan pada telunjuk itu, bahwa, aku memang tak sehebatnya, tapi aku bisa lebih berusaha darinya. Telunjuk itu, ya telunjuk itu, suatu saat nanti akan dan memang harus kupatahkan.