Akhir-akhir ini banyak sekali hal yang berubah dihidupku. Kepergian, kedatangan, memiliki, kehilangan, bahagia, sedih, penasaran, rasa ingin tahu, takut, berani, tertawa, menangis, bangga, kecewa, ya... semua hal tersebut tejadi begitu sering saling bergantian. Sering. Sangat sering.
Aku mencoba membuka pikiranku kepada setiap hal yang terjadi. Termasuk, kepada diriku sendiri yang memang dituntut untuk bisa berubah. Mau tidak mau. Suka tidak suka. Ingin atau tak ingin.
Terlebih dari semua yang aku rasakan tersebut, aku rasa ada satu hal yang kini benar-benar mengubah hidup dan jalan pikirku, pun dengan segala prinsip dan keinginan-keinginanku, yaitu tanggungjawab.
Saat ini, aku benar-benar harus tanggungjawab kepada hidupku sendiri. Kalau dulu aku mungkin tak perlu memikirkan besok dapat uang darimana? Besok bisa makan apa? Dsb. Tapi sekarang, segalanya berubah. Aku harus benar-benar memikirkan, apa yang akan aku lakukan hari ini? Apakah ini bermanfaat untukku? Besok aku makan sama apa ya? Kira-kira gajiku cukup berapa lama ya? Aku bisa nabung berapa ya bulan ini? Rencana masa depanku bagaimana? Dan berbaaagai pertanyaan lainnya. Ya, semua yang ada dihidupku kini menjadi tanggungjawabku. Aku harus bisa bertahan dengan segala yang aku dapat. Sendiri.
Oh, aku tidak benar-benar sendiri. Akan ada sesuatu yang siap sedia menolongku kapan saja aku meminta dan memohon kepadaNya, Allah SWT.
Aku merasa 'guncangan' yang akhir-akhir ini aku rasakan dihidupku karena aku terlalu melihat ke atas. Melihat mereka yang bisa lebih mandiri dariku, mereka yang sudah sukses diusia yg jauh dibawahku, mereka yang lebih berprestasi dariku, yang lebih pintar dariku, dsb. Dan semua hal tersebut aku rasakan karena salahku sendiri. Ya, karena aku sudah berharap pada manusia. Berharap pada penghargaan, kasih sayang, dan perhatian manusia.
Padahal, ada yang lebih penting aku harapkan, yaitu penghargaan, kasih sayang, dan perhatian dari Ia yang Maha Memiliki dan bahkan Maha Memiliki hati setiap umat manusia di dunia ini, Allah SWT.
Pun bisa juga karena aku merasa tidak siap dengan semua ini. Mungkin, aku masih senang main, haha-hihi, kuy sana-sini, makan ini-itu semauku, tidur seharian pas weekend, dsb. Yah............... begitulah.
Aku benar-benar berharap semoga setiap keinginan, impian, dan harapanku di masa depan akan selalu diberi kemudahan, pertolongan, dan keberkahan olehNya yang Maha Mendengar, Maha Pengasih, Maha tahu, Maha Memiliki, Maha Kaya, Maha Mengabulkan.