Aku pernah mendengar sebuah kata:
"Masa depan dimulai dari hari ini". Ya, aku percaya dengan kata-kata itu, masa depan tidak dimulai besok, lusa, atau bahkan tahun depan. Tapi, masa depan itu dimulai dari sekarang, detik ini, dan saat ini juga. Masa depanku, masa depanmu, masa depan kita semua. Apa yang kita lakukan saat ini, akan menentukan apa yang akan terjadi kedepannya.
_____
Kawan, kutulis tulisan ini di ruangan sederhana yang penuh dengan mimpi, di tengah situasi hati yang tak tahu harus kujelaskan seperti apa. Saat mutiara bening mengalir di pipiku, aku hanya bisa pasrah atas apa yang telah terjadi. Jika aku menyerah, aku hanya akan memperburuk situasi, yang aku bisa lakukan sekarang hanyalah berdoa dan berusaha, karena jika aku berdoa dan berusaha, aku pasti akan bisa menemukan jalan keluar, insya Allah.
Aku telah 'mengecewakan' diriku sendiri, aku yang kadang tak bisa mengatur cara hidupku, aku yang senang menunda belajar, aku yang selalu berharap lebih terhadap sesuatu, sampai akhirnya ketika aku gagal, aku tak tau harus menjelaskan seperti apa rasa hancurnya batinku. Aku selalu bertanya, kenapa aku selalu dikecewakan oleh hasil? Kenapa hasil itu tak selalu sesuai seperti yang aku inginkan? Padahal aku sudah berusaha "semampu"ku.... Ya, sekarang aku menyadari, bahwa aku dikecewakan hasil, karena prosesnya pun telah aku kecewakan. Aku yang merasa bahwa aku telah
berusaha semampuku, ternyata itu salah, sangat salah! Nyatanya, usahaku seharusnya bisa lebih dari itu, dan harusnya memang aku bisa lebih dari itu. Aku hanya menunda, menunda, dan menunda, menganggap bahwa apa yang telah aku kerjakan itu cukup, dan ternyata tidak,,, diluar sana, banyak orang yang usahanya melebihiku, mereka pandai bersyukur, pandai mengatur waktu, sehingga pantas saja hasil yang mereka dapatkan melebihiku. Aku hanya harus meningkatkan ikhtiarku, dan menjaga semangatku....
Atas apa yang telah terjadi, jika boleh aku jujur, aku sangat marah dengan diriku sendiri! Kenapa aku dulu seperti itu? Menunda? Menganggap semuanya akan baik-baik saja? Kenapa?
Tapi... semuanya sudah terjadi, tak akan ada yang bisa diulang.
Aku diam sejenak, merenung,,, dan aku memutuskan untuk memaafkan diriku, aku ingin berdamai dengan diriku, dengan hatiku, dengan hidupku, aku ingin menjadi seseorang yang baru, yang lebih semangat, tidak mudah menyerah, dan selalu melakukan yang terbaik...
Terimakasih untuk ibu, keluarga, sahabat, guru, dosen, dan semuanya yang selalu mendukungku dan mendoakanku...
Mulai saat ini, detik ini, aku tekadkan dalam hatiku, bahwa apa yang telah kutulis dalam buku impian itu harus aku perjuangkan, sampai titik darah penghabisan.
Aku akan memulai semuanya dari awal lagi, mengikuti alur yang seharusnya dengan sebaik mungkin. Biarlah itu semua menjadi cermin bagiku, agar aku bisa tahu, mana yang lebih baik kukerjakan, dan mana sebaiknya yang harus kuhindari.
Semuanya belum usai, aku masih akan tetap dan memang harus menaiki tangga harapan itu, sampai aku bisa mendapatkan apa yang ada 'disana', diujung tangga harapan itu, dan aku akan menaiki tangga-tangga harapan yang lain... walau harus menempuh banyak ujian rintangan dan keterbatasan. Tapi, itu semua bukanlah alasan untukku menjadi mundur, tidak, tidak akan... Semuanya sudah ada didepan mataku, aku hanya harus meningkatkan ikhtiarku, menjaga semangatku, dan aku akan selalu menaruh baris-baris mimpiku disetiap doa dan sujudku. Hanya kepadaMu ya Allah... jika bukan padaMu, pada siapa lagi aku bisa meminta ketegaran hati?
Baiklah... Aku akan selesaikan semuanya, melakukan yang terbaik, meningkatkan usahaku dari sebelumnya, sampai pada akhirnya,,, ada kebahagian atas pembelajaran dari kesalahan yang telah kulakukan... ya, semuanya bukan untuk disesali, tapi dijadikan pembelajaran, akan selalu ada hikmah dibalik semua ini, dan semuanya belum usai.....
_____
Bogor, 06 Januari 2015