“Karena
jarak hanyalah koma bagiku, akan ada kelanjutan kata yang berhubungan dengan
kata sebelumnya. Karena jarak hanyalah koma bagiku, bukan akhir dari sebuah
kalimat, masih ada tulisan-tulisan lain yang akan melengkapinya.” –Anadidisil.
Seandainya
aku adalah kata kedua yang akan muncul setelah koma, maka aku masih membutuhkan
kata pertama untuk melengkapiku. Seandainya aku adalah kata kedua setelah koma,
maka aku masih membutuhkan kata pertama untuk membuatku menjadi bagian dari
kalimat yang sempurna. Seandainya aku adalah kata kedua setelah koma, maka aku
masih belum utuh, aku belum sepenuhnya benar, dan aku masih rancu. Aku
membutuhkan kata lain sebelum koma, karena dengan kehadiran kata pertama itu,
aku bisa menjadi kata yang utuh, benar, dan tidak rancu lagi.
Aku sudah ditakdirkan untuk menjadi sebuah kata kedua oleh Sang Penulis. Begitupun dengan kamu, kamu sudah ditakdirkan untuk menjadi sebuah kata pertama. Namun, Sang Penulis masih merahasiakan sususan kataNya. Jika aku adalah kata kedua, mungkinkah kamu akan menjadi kata pertamaku?
Jarak.
Aku masih bersama jarak itu, aku masih mencari potongan kata-kata yang akan
melengkapiku. Jauh disana, ada sebuah kata pertama yang sangat aku kagumi. Dan
itu adalah kamu. Bagiku, jika aku denganmu disatukan, maka kita akan menjadi
kalimat yang sangat indah. Tapi, aku hanyalah kata kedua yang diciptakan oleh Sang
Penulis dan kau pun hanya kata pertama yang diciptakan oleh Sang Penulis. Aku
tidak tahu kalimat seperti apa yang akan Penulis itu buat, dan aku tidak tahu
cerita seperti apa yang sudah direncanakan oleh Sang Penulis tersebut. Cerita
yang sudah sang penulis siapkan bagi setiap
kata di muka bumi ini.
Hai,
kata pertama yang indah.
Jika
ternyata kita akan menjadi sebuah kalimat yang indah, maka pasti akan
membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bukan? Dan aku akan bersabar untuk itu.
Hai,
kata pertama yang indah.
Jika
ternyata kita akan menjadi sebuah kalimat yang indah, semoga kita akan menjadi
bagian dari cerita yang indah pula.
Hai,
kata pertama yang indah, mungkinkah aku akan menjadi kata kedua yang akan
disandingkan untuk melengkapimu?
Mungkinkah aku ini adalah kata keduamu, dan kau adalah kata pertamaku?
Mungkinkah aku ini adalah kata keduamu, dan kau adalah kata pertamaku?
DS,
Bogor,
12 Maret 2016.
semoga cepat dipertemukan dengan kata pertamanya..aamiin
BalasHapusAamiin.
Hapus