Rabu, 06 April 2016

Tulus

Berkali-kali aku selalu memaksa diriku untuk melupakanmu, menghapus bayangmu dari mimpiku, menghapus sosokmu dari harapku.

Berkali-kali aku selalu memaksa diriku untuk meninggalkan semua tentangmu, tapi pada akhirnya, aku selalu kembali ke jalan yang sama, jalan dimana aku akan berlari ke tempatmu, tempat yang bahkan mungkin tak kan kau buka untukku.

Berkali-kali aku meyakinkan diriku bahwa aku telah melupakanmu dan menghilangkan bayangmu, tapi ternyata aku salah. Semakin sering aku mencoba berlari dari semua ini, semakin sering pula aku berlari berputar arah, mencoba pergi darimu tapi tetap kembali.

Jujur,
Aku benci dengan sosokmu saat ini, kamu bukan sosok yang kukenal dulu, kamu bukan sosok yang ku sayang dulu. Aku tidak suka sosokmu yang sekarang. Kamu berubah dan aku kecewa. Aku benci.... Aku benci.... Tapi ternyata, semakin aku membencimu, justru aku semakin tak yakin dengan perasaanku.

Jujur,
Aku terkadang merasa sedih dengan diriku sendiri, bagaimana bisa aku bertahan dengan perasaan menyakitkan ini? Rasanya aku ingin berteriak bahwa aku menyayangimu, tapi... bercicit di dekatmu saja aku tak berani.

Aku hanya tak ingin mengganggumu, aku tak ingin kamu terusik dengan keberadaanku, aku tak ingin kamu merasa tak nyaman denganku.

Bagiku, lebih baik kau tak mengetahui keberadaanku daripada kau tak menyukaiku.
Bagiku, lebih baik kau tak mengenalku daripada kau membenciku.

___
DS

1 komentar: