Berkali-kali aku selalu memaksa diriku untuk
melupakanmu, menghapus bayangmu dari mimpiku, menghapus sosokmu dari harapku.
Berkali-kali aku selalu memaksa diriku untuk
meninggalkan semua tentangmu, tapi pada akhirnya, aku selalu kembali ke jalan
yang sama, jalan dimana aku akan berlari ke tempatmu, tempat yang bahkan
mungkin tak kan kau buka untukku.
Berkali-kali aku meyakinkan diriku bahwa aku telah
melupakanmu dan menghilangkan bayangmu, tapi ternyata aku salah. Semakin sering
aku mencoba berlari dari semua ini, semakin sering pula aku berlari berputar
arah, mencoba pergi darimu tapi tetap kembali.
Jujur,
Aku benci dengan sosokmu saat ini, kamu bukan sosok
yang kukenal dulu, kamu bukan sosok yang ku sayang dulu. Aku tidak suka sosokmu
yang sekarang. Kamu berubah dan aku kecewa. Aku benci.... Aku benci.... Tapi
ternyata, semakin aku membencimu, justru aku semakin tak yakin dengan
perasaanku.
Jujur,
Aku terkadang merasa sedih dengan diriku sendiri,
bagaimana bisa aku bertahan dengan perasaan menyakitkan ini? Rasanya aku ingin
berteriak bahwa aku menyayangimu, tapi... bercicit di dekatmu saja aku tak
berani.
Aku hanya tak ingin mengganggumu, aku tak ingin kamu
terusik dengan keberadaanku, aku tak ingin kamu merasa tak nyaman denganku.
Bagiku, lebih baik kau tak mengetahui keberadaanku
daripada kau tak menyukaiku.
Bagiku, lebih baik kau tak mengenalku daripada kau
membenciku.
DS
pediihh...
BalasHapushttp://kecebongsalahgaul.blogspot.co.id/